Trek Telaga Warna, dengan berbagai pilihannya pasti sudah akrab. Sudah pernah coba trek Pondok Pemburu? Kalau dari Pondok Pemburu diterusin ke Gunung Pancar sudah pernah juga?

Ya… itulah trek-trek yang kami gabung kali ini. Turun dari Telaga Warna ke arah Cipayung. Berbelok ke arah Kampung Awan, naik terus sampai Pondok Pemburu. Dari Pondok Pemburu turun melalui Gunung Pancar dan kembali ke Sentul City.

Dari pintu masuk Telaga Warna pukul 09.15, perlahan tapi pasti sepeda dikayuh ke atas sampai dropzone Telaga Warna. Dropzone Telaga Warna, tempat pecahnya trek Telaga Warna 1, 2, 3, 4 atau 5. Tanpa berhenti dan berpikir panjang, sepeda diarahkan ke TW 3. Meluncur terus masuk hutan trek TW3. Dedaunan kecoklatan bertebaran menutupi tanah merah yang kering. Sebelum keluar hutan, brake lever ditarik sedikit untuk menghambat laju sepeda. Batu-batu berserakan menghadang laju sepeda, ditemani cerukan-cerukan tanah tempat air mengalir dikala hujan. Tanah lembab nan licin membantu menciutkan nyali. Bagi yang punya keberanian dan skill, pertahankan  kecepatan. Soal jatuh dan terjerembab silahkan tanggung sendiri.

Keluar hutan, turunan anaconda menjadi menu berikutnya. Turunan panjang meliuk-liuk di tengah perkebunan teh. Melesat terus tanpa henti sampai bertemu jalan bebatuan menuju bumi perkemahan. Keluar bumi perkemahan trek turunan terbalik menunggu. Tak panjang, hanya ±100 meter. Tetapi cukup curam. Diatas sana menunggu turunan aspal.

Tak jauh dari turunan keluar trek TW2, trek offroad kembali tersaji. Bonus tak terduga karena memilih jalan berbeda. Trek dengan pemandangan teduh, jauh dari rumah penduduk. Dan tentu dipenuhi udara bersih. Tanjakan pendek ±300 meter di tengah trek seolah menyuruh kita untuk menghirup lebih dalam udara bersih. Membersihkan bagian terdalam paru-paru kita.

Batu-batuan kembali terhampar di turunan menuju pintu Curug Cilember. Beberapa bagian tampak tanah padat, mengurangi getaran pada roda sepeda. Desiran angin kembali bergemuruh di telinga saat melesat di turunan dengan udara segar. Kombinasi yang luar biasa.

Setelah Curug Cilember, turunan aspal mulus menguasai trek menuju Cipendawa. Turunan berganti tanjakan saat di Cipendawa belok ke kanan. Tertulis 2 km menuju Kampung Awan, resort yang menemani resort-resort lain seperti Highland, Pelangi 1 & 2. Salah satu resort itu dinamakan Kampung Awan karena menurut pengelolanya, pada saat-saat tertentu kita dapat tidur berselimutkan awan.

1 km sebelum Kampung Awan, kami berhenti sejenak di sebuah warung, warung terakhir sebelum pondok pemburu. Memasukkan mie rebus dicampur sebutir telur ke dalam tubuh. Memberi tambahan tenaga untuk menempuh trek berikutnya, Kampung Awan – Pondok Pemburu – Gunung Pancar, yang didominasi single trek dalam hutan.

Tak berapa jauh setelah Kampung Awan, hutan pinus menunggu, tetap dengan turunan terbaliknya. 2-3 rumah penduduk dapat dijumpai sebelum pertigaan menuju Pondok Pemburu. Pertigaan yang awalnya dikenal dengan portal merah. Dinamakan demikian karena memang ada portal berwarna merah, sebelum portal itu dipindahkan ke depan Pondok Pemburu. Pertigaan tempat bertemunya jalur Pondok Pemburu dari arah Cipendawa/ Cipayung dengan jalur dari arah warung km 0, Bojong Koneng.

Istirahat sejenak di Pondok Pemburu, berbaring melepas lelah. Seperti biasa, suasana sejuk ditemani suara gemericik air.  Tak ada pesepeda lain karena sudah siang. Tak sampai 1 jam beristirahat, roda sepeda bergulir kembali kearah Gunung Pancar. Enak tinggal turun? Ha…ha….ha…. tidak juga. Walau lebih banyak turunan, tetapi tetap saja menguras tenaga.

Trek Pondok Pemburu – Gunung Pancar menawarkan pemandangan yang luar biasa indah. Berjalan di punggungan bukit, jurang di kiri dan kanan kita. Diantara pepohonan, kita dapat melihat pemandangan bukit di seberang. Atau pemandangan rumah-rumah penduduk nun jauh di bawah sana, menyadarkan kita akan luas dan indahnya dunia ini.

Sayangnya trek Pondok Pemburu – Gunung Pancar bukan trek yang banyak didatangi penggemar sepeda. Selain karena membutuhkan usaha tersendiri untuk naik ke Pondok Pemburu, turun dari Pondok Pemburu ke Gunung Pancar pun bukan hal yang mudah. Turunan curam disertai batu-batu besar dan jalan air yang membuat tanah terkikis menjadi faktor kesulitan yang harus dihadapi. Belum lagi bila salah jalan di salah satu persimpangan, siap-siaplah menghadapi trek yang lebih ruet lagi. Setelah keluar hutan, saat kami melalui trek ini, semak belukar yang lebat menutupi sebagian besar single trek (tampaknya orang/ penduduk yang melalui jalur inipun jarang sekali). Menghambat laju sepeda. TTB sambil menyibak semak belukar. Lebih lebat dan panjang dibandingkan terakhir kali melalui trek ini.

Sebelum masuk ke Sebex, Gunung Pancar, batuan longsor menutupi jalur yang biasa dilewati. Arah rumah-rumah penduduk menjadi alternatif. Dan bonus sedikit tanjakan melewati sekolah dasar (SD) melengkapi perjalanan. Makan siang di trek Sebex secara psikologis menandai berakhirnya perjalanan kali ini. Walau masih menyisakan turunan Sebex menuju Sentul City melalui Babakan Madang.

Jozlyn

Work hard, bike harder.

By riding a bicycle, I learn the contours of my country best, since i have to sweat up the hills and coast down them.

View all posts

Add comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recent Comments