Shaft Drive, Teknologi Tanpa Rantai

0

Rantai pada sepeda sangatlah vital. Tanpa rantai sepeda tak akan bisa berjalan dengan nyaman. Tenaga manusia tidak tersalurkan dengan efisien. Akan tetapi, rantai yang terdiri atas gabungan beberapa mata rantai itu perlu pemeliharaan. Juga ada masa aus. Pada beberapa kasus, rantai bisa putus karena pemakaian.

Beberapa teknologi mencoba memberi alternatif rantai konvensional. Salah satunya adalah shaft drive bikinan Dynamic Bicycles Inc. Mereka mengawinkan teknologi internal gear dengan sistem transmisi shaft drive. Terciptalah sepeda tanpa rantai (chainless). Sepeda ini menawarkan kayuhan yang loncer, mudah dioperasikan, serta lebih sederhana dalam perawatan dibandingkan dengan sepeda berantai konvensional.

Shaft drive menggunakan dua pasang gir siku-siku spiral dan sebuah batang besi yang secara halus memindahkan tenaga dari kayuhan pedal ke roda belakang. Dynamic Bicycle mengembangkan sistem ini sejak 1991. Sekarang sistem ini sudah memasuki generasi ketiga.

Dengan menyatukan antara shaft drive dan internal gear di roda belakang, sepeda ini tak hanya memiliki tampilan yang modern dan modis, namun juga memiliki kinerja yang lebih bagus dibandingkan dengan sistem rantai. Selain itu tak perlu pelumas atau pemotong rantai saat terjadi kerusakan pada rantai. Lalu dengan menggunakan internal gear, maka tak perlu pusing soal RD.

Keuntungan lain dengan meniadakan derailleur, ground clearance (jarak sistem percepatan sepeda ke tanah) lebih tinggi. Tentu ini lebih nyaman buat menerobos banjir seperti saat Jakarta dilanda banjir pada awal tahun ini. Jika menggunakan derailleur, jarak terendah sekitar 8 inchi atau sekitar 20 cm. Sementara jika menggunakan shaft drive ini bertambah separonya.

Kekurangan yang tampak saat ini adalah jumlah gir yang masih rendah dibandingkan sepeda berantai. Jika menggunakan internal gear 8 hanya setara dengan sepeda konvensional berkecepatan 21 speed. Jika menggunakan internal gear 7 speed setara 18 speed di sepeda konvensional. Bandingkan dengan sepeda konvensional yang bisa sampai 24 speed atau lebih.

About Author

Always curious about bike and the philosophy of cycling.

Komentar Kamu

Skip to toolbar