Lima Tanjakan Aduhai Menuju Km.0 Bojong Koneng.

0

Bagi para pedalis penikmat nanjak (uphiller), Km.0 Bojong Koneng pasti sudah tidak asing lagi. Km.0 adalah  titik pertemuan jalan dari arah Rainbow Hill, Cijayanti dengan jalan dari Taman Budaya, Sentul. Terletak di ketinggian 660 mdpl dan terdapat warung tempat persinggahan para pedalis. Tempat ini menjadi fenomenal bagi para uphiller karena menawarkan tanjakan yg “aduhai”, baik ditempuh dari jalur Rainbow Hill maupun dari jalur Taman Budaya.

Dari Sentul City (207mdpl), Km.0 Bojong Koneng berjarak 14 km jika memilih jalur Rainbow Hill dan 12,5 km jika ditempuh dari Taman Budaya. Kedua jalur ini menawarkan variasi tanjakan dengan ciri masing-masing. Kali ini jalur Taman Budaya menjadi pilihan pedalku.com untuk diulas.

KM.0 Bojong Koneng

KM.0 Bojong Koneng

Tanjakan Aduhai I – Tanjakan Sentul

Tanjakan sentul, berawal dari Sentul City yang berada di ketinggian 210 mdpl hingga Taman Budaya di ketinggian 330 mdpl. Jam 07:00 pagi adalah waktu yang paling pas untuk mengawali perjalanan, udara sejuk bukit Sentul akan menemani kayuhan pedal menuju Taman Budaya. Jalur onroad mulus sepanjang 2,5km dengan dipayungi kanopi pohon trembesi dan taman yang indah menemani pedalis hingga mencapai akhir tanjakan aduhai 1 ini. Menjelang Taman Budaya (330 mdpl), bonus sedikit turunan hingga pertigaan La Vanois

Tanjakan Sentul

Tanjakan Sentul

Tanjakan Aduhai II – Tanjakan Gergaji

Selepas Taman Budaya, pedalis harus mengarahkan sepeda ke desa Bojong Koneng. Tepat 50m setelah Taman Budaya ada belokan ke kanan dan di sisi kanan jalan ada cluster La Vanois. Ikuti jalan kampung dan kira-kira 100m setelah La Vanois pedalis akan menemui tanjakan aduhai ke-dua yaitu tanjakan Gergaji.

Dinamakan tanjakan gergaji, karena tepat di tengah-tengah tanjakan di sisi kiri ada tempat pengergajian kayu

Tanjakan ini berjarak 1 km diawali dari ketinggian 330 mdpl dan berakhir di SD Bojong Koneng 2 di ketinggian 425 mdpl.

Tanjakan Gergaji

Tanjakan Gergaji

Tanjakan Aduhai III – Tanjakan Curug

Tanjakan Curug

Tanjakan Curug

Tanjakan Curug diawali dari SD Bojong Koneng 1 di ketinggian 470 mdpl. Jarak tanjakan ini hanya 750 meter dengan selisih elevasi 90 meter. Tanjakan ini  memiliki belokan yang cukup tajam disambung dengan tanjakan yang cukup terjal. Di Tanjakan curug ini sebagian besar pedalis menggunakan teknik stand pedaling atau ada juga yang menggunakan teknik bungkuk habis supaya sukses melewati tanjakan curug.

Dinamakan tanjakan curug, karena persis di tikungan tanjakan terdapat jalan menuju Curug Luhur, atau yang sekarang lebih dikenal dengan Sentul Paradise.

 

 

Tanjakan Aduhai IV – Tanjakan Kayangan

Selesai melahap tanjakan Curug, pedalis akan menemui jalan nanjak landai sejauh  500 meter. Manfaatkan kondisi ini untuk memulihkan kondisi dengan minum dan hirup oksigen sekuat-kuatnya. Selanjutnya pedalis akan siap dengan suguhan tanjakan Kayangan, tanjakan yang berawal dari elevasi  572 mdpl sampai 630 mdpl dengan jarak  1 km, sepanjang tanjakan Kayangan pedalis dapat menyaksikan pemandangan landscape yang indah di sisi kanan. Akhir dari tanjakan Kayangan adalah Bukit Kayangan, sebuah villa yang menyediakan paket outbound.

Tanjakan Kayangan

Tanjakan Kayangan

Panorama Tanjakan Kayangan

Panorama Tanjakan Kayangan

Tanjakan Aduhai V – Tanjakan SD

Tanjakan terkahir sebelum mencapai finish adalah tanjakan SD, lepas dari tanjakan Kayangan, pedalis akan disuguhi tanjakan SD yang sebenarnya tidak terlalu tinggi, tetapi karena energi sudah dipakai untuk melewati 4 tanjakan yang aduhai, maka tanjakan SD ini serasa paling berat. Mulai dari SD Bojongkoneng 3 di elevasi 638 mdpl diakhiri dengan KM.0 di ketinggian 660 mdpl.

Sampai di KM.0, pedalis dapat langsung menyantap pisang dan minum teh jahe khas KM.0. Silakan pedalis menghabiskan waktu di sini dengan bercanda dan ngobrol dengan para pedalis penikmat nanjak yang selalu memenuhi warung KM.0 setiap hari Sabtu dan Minggu pagi.

Mau mencoba, perhatikan beberapa hal berikut :

  1. Pastikan sepeda dalam kondisi siap pakai, terutama rem.
  2. Siapkan fisik, cek terlebih dahulu sebelum mencoba jalur ini, dengan mencek denyut nadi (cek pulse)
  3. Konsumsi karbohidrat dengan benar
  4. Jangan terlambat minum selama perjalanan, jangan tunggu tenggorokan kering baru minum.
  5. Gunakan teknik “cadence”, jangan paksakan menggunakan power
  6. Jangan memaksakan diri, kalau tidak kuat TTB saja.

Mau menambahkan ?

 

 

About Author

Some one who use pedal to maintain his healthy and happines

Komentar Kamu

Skip to toolbar