JSBB: Ini Dia, Sosok Di Balik Jersey Jelajah

1

pedalku.com – Bersepeda jarak jauh (touring) – terlebih di negara tropis – akan mudah menghasilkan keringat. Tentu selama mengayuh pedal itu dibutuhkan pakaian yang cepat membuang keringat. Badan boleh basah, tapi pakaian harus cepat kering. Muncullah jersey.

Begitu juga dengan Jelajah Sepeda Banjarmasin – Balikpapan (JSBB) kali ini. Untuk jelajah selama enam hari disiapkan tiga jersey. Jadi satu jersey dipakai dua kali. Hal yang lumrah dalam setiap jelajah yang diselenggarakan Kompas.

Banyak pedalis yang kagum dengan desain-desain jersey Kompas Jelajah Sepeda, terutama semenjak Jelajah Sepeda Bali – Komodo. Nuansa lokal terangkat secara kental pada desain tersebut. Lokal di sini mengacu ke rute jelajah. Semisal Jelajah Sepeda Bali – Komodo, hal unik dari Bali dan Pulau Komodo diangkat dalam jersey itu. Konsistensi itu terus terjaga sampai ke jersey JSBB.

Siapakah sosok di balik jersey jelajah? Untuk beberapa jersey terakhir, coretan tangan Fredy Susanto-lah yang menemani pedalis peserta JSBK (Bali – Komodo), JSSP (Sabang – Padang), JSMM (Manado – Makasar), dan JSBB. Desainer grafis lulusan Universitas Bina Nusantara Jakarta ini dulunya penggowes juga.

Butuh proses panjang suoaya jersey itu siap cetak. Fredy membikin desain awal jersey yang kemudian diserahkan ke panitia. Di sini desain dikaji dan masukan-masukan yang ada disampaikan ke Fredy. Bolak-balik sampai dicapai kesepakatan desain.

Yang susah adalah menempatkan logo sponsor karena keberadaan logo itu harus serasi dengan desain. Jangan sampai logo itu merusak desain secara keseluruhan. Yang menjadi masalah, logo sponsor itu datangnya mepet. Rentetannya, hanya beberapa vendor saja yang berani produksi jersey tersebut. Ya, soalnya waktu mepet. Kuantitas juga banyak.

Jika pedalis memperhatikan jersey dari jelejah ke jelajah, maka terlihat semakin bagus. Baik dari sisi desain dan cutting-nya. Apakah nanti puncaknya di Papua, pulau yang belum dijelajahi Kompas dengan sepeda?

Bagaimana Fred?

About Author

Work hard, bike harder. By riding a bicycle, I learn the contours of my country best, since i have to sweat up the hills and coast down them.

1 Comment

Komentar Kamu

Skip to toolbar