Bersama Qhubeka, Dimension Data Ingin Mengubah Kehidupan Melalui Sepeda

0

Pedalku.comQhubeka merupakan sebuah lembaga nirlaba yang berbasis di Afrika Selatan. Begitu juga dengan Dimension Data, perusahaan yang bergerak di dunia digital.

Keduanya memiliki misi serupa, mengubah kehidupan menjadi lebih baik. Qhubeka melalui sepeda, sedangkan DD melalui sentuhan teknologi, khususnya data digital. Seperti yang terjadi di Tour de France (TdF) baru-baru ini.

DD dan Qhubeka pun membentuk tim balap sepeda profesional yang ikut dalam perlombaan dan tur seperti TdF. Salah satu ciri khas tim balap sepeda ini adalah para pembalapnya merentangkan kelima jarinya saat memasuki titik finish.

Lima jari tangan yang terentang itu memang simbol dari Qhubeka.

Instagram Qhubeka

Salam khas Qhubeka

Apa yang ingin diubah Qhubeka?

Kehidupan anak-anak sekolah di Afrika Selatan. Terutama dalam hal akses menuju ke sekolah mereka.

Seperti yang dijelaskan oleh Hendra Lesmana, country director Dimension Data Indonesia saat berbincang-bincang sebelum di acara Charity Bike Rides GFNY Lombok 2017, anak-anak di Afrika Selatan masih memiliki kendala dalam akses ke sekolah.

“Mereka harus berjalan kaki antara 10-20 km untuk ke sekolah. Bayangkan, itu berarti butuh waktu dua sampai empat jam untuk menuju sekolah. Pulang pergi berapa jam sendiri dibutuhkan untuk menuju sekolah,” kata Hendra.

Dari donasi yang salah satunya dari Dimension Data itulah, Qhubeka dengan jargonnya bicycle change life bisa menyumbangkan 15-20 ribu sepeda setiap tahunnnya ke anak-anak Afrika.

Dari ribuan sepeda itu, beberapa diantaranya disumbangkan oleh Dimension Data Indonesia (DDI) yang merupakan bagian dari Dimension Data global.

DDI menyumbang sepeda melalui ajang lomba sepeda yang dilakukan di Tanah Air. Seperti yang dilakukan pada tahun ini melalui ajang GFNY Lombok.

Tahun lalu mereka melakukan hal semacam itu di Bali. “Acaranya dua hari, masing-masing 100 km. Kami ber-17. Yang bisa menyumbangkan sepeda 10 orang,” kata Hendra.

Tak hanya melalui Qhubeka DDI menyumbang sepeda. Mereka juga mendistribusikan ratusan sepeda ke daerah Jawa Barat serta perbatasan Thailand dan Kamboja.

Semoga upaya yang dilakukan DDI ini bisa mengubah mindset orang dengan melihat sepeda sebagai bagian dari alat transportasi dan bukan sekadar alat berolahraga.

Seperti anak-anak di Afrika Selatan yang menggunakannya sebagai “kendaraan” menuju ke sekolah mereka. (Susanta Agus)

Share.

About Author

Tertarik untuk berbagi cerita mengenai keindahan negeri kita? Jangan segan untuk berbagi dengan yang lain. Kirimkan saja artikelnya ke [email protected]

Komentar Kamu

Skip to toolbar