Lari 50 K Tanpa “Berdarah-Darah” di Indosat Ooredoo Run

0

Pedalku.com – Ada kegiatan yang menarik dalam rangka ulang tahun Indosat Ooredoo ke-50 yakni virtual run sejauh 50K serta lari 5K. Untuk lari 5K akan digelar pada tanggal 9 Desember mendatang, sementara hajatan virtual run bisa dilakukan sepanjang Oktober hingga November ini.

Meski di awal-awal pendaftaran race ini dibuka, yang diserbu justru kategori 5K hingga pihak race management, IDEA Run terpaksa menambah lagi kuota, tapi sebenarnya virtual run 50K lebih menantang dan menggiurkan bagi para runner pemula sekalipun. Ya, runner mana sih yang tak ingin punya koleksi medali 50K?

Nah yang menarik dari Indosat Ooredo Virtual Run ini,  untuk mendapatkan medali, runner tak perlu “berdarah-darah” lari 50 K layaknya race lari ultra. Virtual run ini bisa dicicil mulai 20 Oktober hingga 19 November. Nah mudah kan? Waktu lari dan jarak tempuh “cicilan” lari bisa disesuaikan dengan kesibukan masing-masing. Yang penting, di akhir deadline, sudah genap 50 K. Mudah kan?

Masih ada waktu untuk melakukan registrasi di indosatooredoo.race.id. Indosat Ooredoo Virtual Run ini memungkinkan kalian sembari latihan, bisa dapat sertifikat, medali, dan finisher tee 50 K.  Yang menjadi catatan penting bila kalian mendaftar untuk kategori ini, pastikan semua kegiatan lari Anda terekam dalam aplikasi lari hingga nanti bisa dijadikan bukti.

Virtual run ini memang sejalan dengan tag line kegiatan ini yakni Indosat Ooredoo Run for Digital Literacy.

“Di usia emas ini, kami ingin mengajak masyarakat untuk merasakan pengalaman berlari dengan sentuhan teknologi digital melalui Indosat Ooredoo Run for Digital Literacy,” kata Group Head Culture Transformation Indosat Ooredoo, Jeremiah Ratadhi, dihadapan perwakilan komunitas lari dan awak media, Rabu 1 November lalu di Gedung Indosat, Jakarta.

Kegiatan ini juga akan mendonasikan Rp 500 juta untuk program peningkatkan literasi digital generasi muda Indonesia.

Program ini akan mengajak 1000 volunteer yang terdiri dari para blogger, vloger, bahkan tak tertutup kemungkinan para runner untuk mengajarkan literasi digital dan penggunaan media sosial secara bijak melalui gerakan #Bijakbersosmed.

Share.

About Author

Ketika masih jadi buruh di media, menulis sepeda dan lari hanya jadi penyeimbang kehidupannya. Kini keduanya jadi menu utama kegiatan menulis selepas subuhan.

Komentar Kamu

Skip to toolbar