Jadi Hamster Saat Musim Hujan (Treadmill vs Outdoor)

0

Pedalku.com – Bulan-bulan yang berakhiran “ber”, lazimnya dianggap sebagai tibanya musim hujan. Bagi para pelari, turunnya hujan bukan hanya berkah tapi ujian. Bayangin, pagi-pagi turun hujan dan cuaca dingin padahal hari itu ada jadwal lari.

Pilih mana, keluar hujan-hujanan lari atau menarik selimut dan kemulan? Sebuah ujian.

Jika tekad sudah bulat, hujan turun bukanlah alasan untuk tidak berolahraga. Banyak cara gerak badan untuk menguras keringat. Kita bisa berlatih olahraga penguatan untuk mendukung lari. Burpees, plank, squat, jumping jack adalah beberapa di antaranya.

Bagi mereka yang memiliki treadmill di rumah bisa memilih untuk berlatih lari di sabuk berjalan itu. Banyak pertanyaannya, selain menjadi mirip hamster, apakah berlari di treadmill sama bobotnya dengan berlatih di luar ruang (outdoor)? Mana yang lebih baik berlari di atas treadmill atau outdoor?

Lari di treadmill atau di jalanan memang beda. Ya, iyalah. Tetapi lainnya mengatakan, dengan kondisi tertentu – misalnya dengan menaikkan incline treadmill (sudut kemiringan sabuk) minimal 1 persen, manfaatnya akan sama dengan lari di jalanan.

Lari di treadmill lebih gampil dibandingkan dengan lari di luar ruangan. Banyak alasannya. Sabuk (belt) treadmill yang berjalan mempermudah pelari untuk pelari berlari cepat. Makanya, banyak pelari yang merasa dia berlari lebih cepat di treadmill dibandingkan saat berlari di jalanan. Belum lagi landasan treadmill yang lebih nyaman dibandingkan jalanan. Cuaca juga sangat berpengaruh lo. Angin, panas, suhu mempengaruhi pelari.

Namun demikian, treadmill adalah perangkat yang baik bagi pelari untuk konsisten berlatih di saat cuaca tak menentu seperti saat ini. Treadmill bisa digunakan untuk berlatih kecepatan dengan setting interval misalnya. Gabungkan latihan treadmill dengan workouts lainnya untuk memperkuat otot-otot dan memperbaiki format lari.

Berikut perbandingan lari di treadmill dan di luar ruangan.

Treadmill:

  • Tidak ada hambatan cuaca, suhu dan permukaan jalan
  • Bisa berlatih kapan saja, pagi – siang – malam
  • Bisa latihan sambil nonton teve atau YouTube
  • Permukaan yang nyaman bersahabat untuk lutut
  • Lebih aman dibandingkan lari di jalanan/outdoor
  • Berlari di treadmill lebih kendor dibandingkan berlari di jalanan. Banyak pelari over estimated seolah-olah mereka berlari kencang.
  • Bisa berhenti kapan saja

Luar ruangan:

  • Bisa lari ke mana saja, enggak bete
  • Lebih menyenangkan sebagai aktivitas harian,
  • Bisa menikmati pemandangan, udara segar, cuaca, dan bertemu orang-orang
  • Lebih menantang dan membakar lebih banyak kalori
  • Studi menunjukkan, berlari di outdoor lebih banyak mengeluarkan energi dibandingkan jadi “hamster” di dalam ruangan; Energi berlari di luar ruangan lebih banyak dibutuhkan karena pelari berhadapan dengan tahanan udara (air resistance)
  • Lebih termotivasi karena kita sudah ada target jarak atau waktu.
  • Lebih happy.
  • Setiap hari bisa memilih rute dengan pemandangan yang berbeda

Menyangkut risiko: berlari di luar ruangan lebih berisiko terhadap keselamatan pelari. Di jalanan ada ancaman kecelakaan lalu lintas, polusi, dan ancaman heat stroke; Tapi lari di treadmill juga memiliki risiko cidera lutut dan ligament. Cidera bisa disebabkan akibat berlari dengan pace dan permukaan yang sama dalam waktu lama.

Namun penelitian menunjukkan, dari segi mental, berlari di luar ruangan membuat pelari lebih memiliki mental positif

Nah, hal terpenting adalah tetaplah bergerak. Cuaca bukan halangan untuk tetap hidup sehat

(Berbagai sumber)

Share.

About Author

Komentar Kamu

Skip to toolbar