Kapan Lagi Bisa Lari di Jalan Tol Pertama Bogor

0

pedalku.com – “Kapan lagi bisa foto-foto di sini!” Sebuah teriakan kudengar saat aku menuruni Jalan Tol Lingkar Bogor seusai lomba lari Bogor Outer Ring Road (BORR) pada 1 April 2018 kemarin.

Sekilas aku melihat ada sekitar empat orang yang dengan cerianya asyik berfoto di sepenggal ruas jalan tol pertama di Bogor yang akan segera diresmikan penggunaannya itu. Ada yang melompat, ada yang bergaya bak orang cuek. Dengan angle yang tepat, foto-foto yang dihasilkan seakan di sebuah ketinggian.

Rasanya ingin juga meniru keceriaan mereka. Sayang harus buru-buru pulang.

Pagi itu, dimulai sekitar pukul 05.30, sekitar 2.000 orang mengikuti ajang lomba lari yang diselenggarakan oleh anak usaha PT Jasa Marga (Persero) Tbk., PT Marga Sarana Jabar (PT. MSJ) selaku operator Jalan Tol Lingkar Bogor sepanjang 11 km itu. Mereka terbagi dalam dua kategori: 10 K dan 5 K yang dimulai 15 menit setelah peserta 10 K meninggalkan gerbang Start/Finish.

Lokasi lomba itu mengambil Seksi IIB Ruas Kedung Badak – Simpang Yasmin sejauh 2,65 km. Karena bolak-balik kurang dari jarak yang dipersyaratkan, maka peserta kategori 10K pun harus menambah rute turun ke jalan arteri menuju Parung dan kembali naik ke jalan tol.

Secara keseluruhan Jalan Tol BORR sepanjang 11 Km terbagi atas lima seksi, yang meliputi:

  1. Seksi I Ruas Sentul Selatan-Kedung Halang (3,85 Km) telah beroperasi sejak tahun November 2009
  2. Seksi IIA Ruas Kedung Halang-Kedung Badak (1,95 Km) telah beroperasi sejak Mei 2014
  3. Seksi IIB Ruas Kedung Badak-Simpang Yasmin (2,65 Km)
  4. Seksi IIIA meliputi Ruas Simpang Yasmin-Semplak (3,50 Km)
  5. Seksi IIIB meliputi Semplak РJunction Salabenda (1,50Km)

Dalam sambutannya, Kepala Biro Komunikasi Publik Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Endra Atmawidjaja berharap bahwa tol ini akan beroperasi secara penuh (11 km) pada awal 2019.

Saat di atas tol itu, peserta dihibur dengan lansekap alam yang sangat mempesona dengan latar belakang Gunung Salak di sisi kiri, dan agak jauh di sisi kanan Gunung Gede bersaput awan di ujungnya.

Beberapa peserta terkesan dengan lomba ini. Terutama latar belakang Gunung Salak yang dijadikan sebagai objek foto. Sebuah podium dengan selempang finish di depan dan di belakang siluet Gunung Salak menjadi buruan peserta untuk mengabadikan momen itu.

Bahkan beberapa peserta ada yang menyerobot antrian agar segera dapat berfoto dan berbagi. Ada yang patuh dan kembali ke antrian saat ditegur mereka yang sudah siap-siap tampil di “podium” alias antrian paling depan. Namun ada pula yang dengan cueknya berfoto meski agak di pinggir.

Kerapian rute dengan Water Station yang berlimpah serta marshal yang tak jemu-jemunya mengingatkan peserta kategori 10K agar masuk ke jalur yang dibatasi cone saat melintas di jalan arteri membuat gelaran ini berjalan dengan sukses.

Ah, saya seperti menyesal mengapa tidak meluangkan waktu sebentar bergaya di atas jalan tol ini? (SAS)

About Author

Tertarik untuk berbagi cerita mengenai keindahan negeri kita? Jangan segan untuk berbagi dengan yang lain. Kirimkan saja artikelnya ke [email protected]

Komentar Kamu

Skip to toolbar