11 Alasan Yuki Kawauchi, Pemenang Boston Marathon 2018, Layak Anda Jadikan Pelari Favorit

0

pedalku.com – Kemenangan Yuki Kawauchi di Boston Marathon 2018 belum lama ini mengejutkan banyak pihak. Soalnya Yuki bukanlah atlet. Ia pekerja kantoran yang menghabiskan hari-harinya di belakang meja kerja. Toh bagi para penggemarnya di seluruh dunia, prestasi itu hanyalah satu dari sekian daftar prestasi dia yang luar biasa.

Inilah beberapa alasan untuk menjadikan pelari amatir kelahiran Setagaya, Tokyo, Jepang, pada 5 Maret 1987, ini sebagai pelari favorit kita, seperti dilansir The Guardian.

  1. Yuki melakukan pemanasan untuk Boston Marathon dengan mengikuti lomba setengah maraton Kuki di Jepang dengan mengenakan kostum Panda. Ia sebelumnya mencatat rekor dunia tidak resmi dalam lomba yang sama mengenakan setelan jas. Dalam kostum panda ini ia mencatat waktu 1 jam 10 menit 3 detik, dan berada di posisi kedua, mengalahkan kakaknya Yoshiki.
  2. Yuki memegang banyak rekor dunia lainnya, termasuk rekor terbanyak lari maraton di bawah 2 jam 12 menit: 25 kali! Ia juga memegang catatan maraton paling banyak di bawah 2 jam 20 menit: 79 kali!
  3. Di Boston Marathon 2018, Yuki mengalahkan beberapa pelari favorit, termasuk peraih medali perunggu Olimpiade 2016 Galen Rupp, padahal ia bukanlah atlet. Ia berlatih di antara kesibukannya kerja selama 40 jam per minggu sebagai pegawai pemerintah, dari pukul 13.00 hingga 21.00. Nah, Anda yang pekerja kantoran jangan pakai alasan kerja sebagai penghambat prestasi.
  4. Karena dia bekerja penuh waktu, Yuki tidak termasuk salah satu tim Jepang dan tidak menerima sponsor perusahaan. Ia masuk kategori “pelari warga negara”.
  5. Karena bukan atlet, maka ia hanya berlari sekali sehari. Di hari libur baru bisa berlari jauh hingga 50 km dengan kecepatan joging.

  1. Ketika finish di urutan 14 pada Maraton Tokyo 2012, sehingga gagal memenuhi syarat untuk menjadi bagian dari tim Jepang yang bertanding untuk Olimpiade di London, dia menggunduli kepalanya sebagai ungkapan permintaan maaf. “Ini sebagai tanda penyesalan saya kepada mereka yang sudah mendukung saya. Lebih baik jika rasa malu itu saya ungkapkan secara terbuka agar semua orang dapat melihatnya,” katanya.
  2. Catatan pribadinya untuk Boston Marathon adalah 2 jam 08 menit 14 detik. Hanya tiga orang Amerika (Khalid Khannouchi, Ryan Hall dan Dathan Ritzenhein) yang memiliki waktu lebih cepat, dan hanya satu orang Inggris (Steve Jones). Dia mungkin pelari amatir, tapi catatan waktunya tidak.
  3. Dia berencana menyelesaikan 100 maraton di bawah 2 jam 20 sebelum Olimpiade Tokyo 2020. Dia sudah menyelesaikan empat sepanjang tahun ini, dan meraih podium semuanya.
  4. Ketika berusia enam tahun, Yuki berlari sejauh 1,5 km dengan catatan waktu 7 menit 30 detik. Ibunya, mantan pelari, memutuskan untuk melatihnya dan menyuruhnya untuk berlari rutin setiap hari di taman lokal. Setiap hari dia mencatatkan waktu terbaiknya. Jika lebih lambat 30 detik atau lebih ia akan berlari satu putaran lagi sebagai hukuman. Jika lebih lambat lebih dari satu menit, tambahan menjadi dua lap.
  5. Pada Tahun Baru 2018 ini, ia memenangkan maraton Marshfield Road Runners NYD dengan catatan waktu 2 jam 18 menit dan 59 detik. Padahal temperatur selama perlombaan adalah -23 derajat C. Diperkirakan ini adalah rekor maraton terdingin sub 2 jam 20 menit yang pernah terjadi.
  6. Karena pekerjaannya, dia tidak diperbolehkan menerima uang sponsor. Namun ia boleh menerima uang hadiah. Untuk Boston Marathon dia akan memperoleh AS$ 150 ribu. Rabu setelah finis di Boston ia sudah masuk kerja dan akan ikut setengah maraton di akhir pekan setelah itu di Jepang.

About Author

“When the spirits are low, when the day appears dark, when work becomes monotonous, when hope hardly seems worth having, just mount a bicycle and go out for a spin down the road, without thought on anything but the ride you are taking.” ― Arthur Conan Doyle

Komentar Kamu

Skip to toolbar