SEA OTTER CLASSIC 2018: Polygon Semakin Kompetitif di Pasar Internasional

0

Pedalku.com – Survei global terbaru dari Grant Thornton International Business Report (IBR) menunjukkan bahwa sektor bisnis dunia berada di level tinggi, 58%. Hasil survey tersebut sejalan dengan bisnis industri sepeda yang terus meningkat dari tahun ke tahun. Sepeda gunung tetap menjadi tipe sepeda tertinggi angka penjualannya di beberapa tahun belakangan ini, terutama di pasar Internasional.

Tetap tingginya permintaan sepeda menjadi langkah Polygon untuk kembali berpartisipasi  dalam pameran sepeda internasional terbesar di dunia, Sea Otter Classic. Festival sepeda tahunan yang diadakan di Monterey, California, USA itu tahun 2018 ini diadakan dari tanggal 19 sampai 22 April 2018. Tak kurang dari 900 brand global terlihat di Sea Otter Classic 2018.

“Beberapa tahun ini kami konsisten berpartisipasi dalam pameran bergengsi ini, karena dengan adanya pameran ini terjadi peningkatan penjualan 20% pada 2017 di pasar internasional, dan menjadi salah satu bukti konsistensi kami masuk ke pasar Global dan memperluas distribusi khususnya pasar Eropa dan US,” tegas Devina Susilo selaku Head of Global Marketing Communications Polygon Bikes.

Pada Sea Otter Classic tahun ini, Polygon menampilkan produk andalan dalam kategori sepeda gunung yaitu seri XQUARONE EX.  Mountain bike seri XQUARONE EX mengusung inovasi teknologi terbaru yang diklaim sebagai pelopor di dunia sepeda.

Baca juga: Square One EX, Inovasi Terbaru Dari Polygon

Tidak hanya XQUARONE EX, seri Siskiu T juga ditampilkan. Siskiu T merupakan sepeda trail aluminium full suspensi pertama besutan Polygon yang mengadaptasi part dan teknologi terbaru serta modern. “Kami juga memanfaatkan event ini untuk melakukan demo bike dimana para pengunjung dapat merasakan langsung teknologi, spesifikasi dan sensasi performa sepeda andalan kami yaitu XQUARONE EX dan Siskiu T,” tambah Devina.

Baca juga: Polygon Siskiu T, Sepeda Trail Dengan FAUX BAR Suspension System

About Author

Work hard, bike harder. By riding a bicycle, I learn the contours of my country best, since i have to sweat up the hills and coast down them.

Komentar Kamu

Skip to toolbar