SHTR 2018: Teknikal dan Mengundang untuk Datang Lagi

0

Pedalku.com – Lomba lari trail Sentul Hill Trail Run (SHTR) 2018 yang berlangsung di perbukitan Sentul, Bogor Jawa Barat berlangsung pada hari Sabtu dan Minggu (18-19 Agustus 2018). SHTR yang memperlombakan kategori jarak 30 Kilometer, 65 Kilometer dan 100 Kilometer tersebut diikuti sebanyak 365 peserta itu tidak saja diikuti oleh para pelari dari Jakarta dan kota-kota lainnya, tetapi juga berasal dari 9 negara antara lain Indonesia, Malaysia, Jepang, Singapura, Denmark, China, USA, Belanda, Perancis, Swedia, dan Inggris.

“Alhamdulillah, SHTR berlangsung dengan baik. Terima kasih kepada para pelari yang telah ikut berlomba,” kata Race Director SHTR Feby Sofia Bunda, Sabtu (18/8). Feby yang juga Kapten Run for Indonesia (RFI) Trail itu mengatakan, SHTR merupakan hasil kerja sama antara RFI Trail dan Sentul Ultra Trail Academy (Sutra).

Sentul merupakan tempat berlatih trail para pelari Jakarta dan sekitarnya karena lokasinya sekitar 40 kilometeran saja dari Jakarta. Kawasan berbukit-bukit ini menyediakan lintasan trail moderat yang bisa dinikmati para pelari trail pemula sekalipun. Akan tetapi, panitia SHTR berhasil meracik lintasan trail dengan baik dan menantang. “Ampun deh tanjakan di Paniisan itu, ampe engap,” ujar seorang peserta.

Podium 1 pria kategori 65 Kilometer, Arief Wismoyo dari komunitas Bandung Explorer (Bandrex) yang dikenal sebagai pelari langganan berbagai event trail mengakui jika lintasan SHTR memerlukan keterampilan yang memadai untuk menyelesaikannya. “Alhamdulillah finish dengan selamat. Trek Sentul Trail teknikal, walaupun tanjakannya masih oke untuk dipakai lari,” ujarnya. Dengan catatan waktu 8 jam 38 menit 32 detik, Arief tidak berhasil membukukan catatan waktu terbaiknya. Hal tersebut, kata Arief di Facebooknya, karena dia sempat nyasar sejauh 4 kilometer. “Harus coba lagi tahun depan biar bisa PB (personal best),” katanya.

Pelari lainnya Novita Wulandari menggambarkan pengalamannya di SHTR 2018. “(Badan) penyok, asam lambung kumat, kaki remek sama trek batu yang nyaris 70 persennya,” kata Novita yang juga podium 3 gelaran Lintas Sumbawa 320K, awal April lalu.

Penyelenggara SHTR yang juga merupakan para penggiat lari trail dari komunitas Run for Indonesia (RFI) Trail, berusaha melayani peserta seperti juga yang mereka harapkan saat mengikuti lomba trail. Marshal yang bersiaga di sejumlah tempat, water station yang memadai, serta tenaga medik yang siap sedia mendapat apreasi sejumlah peserta. Namun demikian, sejumlah peserta mengharapkan agar ke depannya, rute SHTR mengurangi rute di jalanan aspal dan lebih mengekplorasi kawasan alami di perbukitan Sentul. Race central SHTR di Taman Budaya Sentul City menyebabkan, rute harus beranjak dan berakhir di kawasan itu sehingga lintasan aspal pun tidak terhindarkan.

Imbalan poin International Trail Running Association/Ultra-trail du Mont Blanc (ITRA/UTMB) masing- masing 3 poin dan 2 poin untuk jarak 100K dan 60K menjadi daya tarik para pelari untuk datang berlomba di SHTR. Para pelari bisa mengumpulkan poin untuk bisa mengikuti event lomba-lomba lari trail yang berafiliasi ke ITRA, termasuk UTMB di Pegunungan Alpen, Swiss.  Selamat untuk semua kawan trail !

Hasil lengkap SHTR 2018

Kategori 100 Km Male

  1. Shingo Watanabe (JPN) 16:10:54
  2. Fandhi Achmad (INA) 18:31:41
  3. Yusuf Aprian (INA) 18:51:31

Kategori 65 km male

  1. Arief Wismoyono (INA) 8:38:32
  2. Ivan Iskandar (INA) 8:54:00
  3. Daniel Jensen (DENMARK) 10:32:38

Kategori 65 km female

  1. Ruth Theresia (INA) 10:44:09
  2. Septian Nia Swastika (INA) 12:38:07
  3. Santih Gunawan (INA) 15:18:57

Kategori 30 km male

  1. Fabe Downs (SWISS) 3:22:33
  2. Margono (INA) 3:30:06
  3. Hilman Maulana (INA) 3:39:58
  4. Taofik Hidayat (INA) 3:44:56
  5. Sobiri Haerudin (INA) 3:58:19

Kategori 30 km female:

  1. Diah Asri Astyavi (INA) 4:48:11
  2. Heroin Parulian (INA) 5:26:03
  3. Rayna Evia (INA) 5:35:01
  4. Mariko Murata (JPN) 5:38:57

 

About Author

Komentar Kamu

Skip to toolbar