Melihat Sekilas Garmin D2 Delta

0

Pedalku.com – Apa yang terbayang jam tangan yang punya fitur navigasi udara dengan peta bergerak dan segudang kemampuan lainnya yang bisa mendukung segala aktivitas? Pasti bentuknya yang super tebal, lebar, banyak tombol di sekelilingnya, dan membuat jam tersebut terlihat sangat maskulin dan hanya cocok untuk kegiatan outdoor.

Tapi bayangan tersebut pupus ketika dihadapkan dengan produk terbaru Garmin Watch, D2 Detla, yang hari Rabu, 5 Desember 2018 lalu dikenalkan di kalangan terbatas oleh Sporty Time yang merupakan salah satu outlet penjualan jam tangan di Jakarta.

James Robert, Sales Manager Sporty Time menyebut, Garmin D2 Delta adalah jam tangan multisport premium. Dan saat ini, jam tangan yang diluncurkan di penghujung tahun 2018  ini, lanjut Robert, menjadi salah satu produk favorit di outlet Sporty Time yang lokasinya berada di  Grand Indonesia, tepatnya di area Island Shinta.

Nah kita kupas dulu dari sisi ukuran, yang di awal tulisan ini kita bahas. Meski dijejali dengan beragam kemampuan, jam tangan ini masuk ukuran sedang, yakni berdiameter 47 mm dan ketebalannya pun masih sebanding. 

Tampilan jam tangan ini tampak kokoh. Bisa jadi karena Bezel atau bingkai layar jam tangan ini terbuat dari logam. Namun ketika menimang di atas telapak tangan, ternyata lumayan ringan. Saya penasaran, dan langsung mengecek di spec jam ini. Ternyata bobot jam tangan seri terbaru dari Garmin ini  hanya 76 gram. Usut punya usut, rupanya bezel yang membuat tampilan jam ini tampak kokoh ini, terbuat dari titaniun. Pantesan terasa ringan.

Saya pun langsung terbayang, bila memakai jam tangan ini untuk lari akan terasa nyaman, ketika tangan berayun-ayun maju mundur. Apalagi saya tak merasakan perbedaan berat yang berarti ketika melepas Garmin Forruner 225 yang melingkar di tangan dan saya ganti dengan Garmin D2 Delta. 

Lalu apa sih kelebihan utama jam tangan seharga Rp 18 juta ini? Ketika saya datang di pertemuan terbatas itu, di meja sudah ada rilis dan brosur Garmin D2 Detla. Dari brosur ini, sepertinya Garmin ingin menunjukkan banyak hal. Salah satunya soal navigasi yang presisi dengan adanya gambar pesawat Dakota berbaling-baling depan di posisi paling atas brosur tersebut. Sementara ilustrasi foto orang lari, bersepeda , dan berenang berjejer di bagian bawah.

Soal navigasi memang jadi salah satu unggulan jam tangan ini. Garmin D2 Delta ini tak hanya dilengkapi dengan satelit GPS ataupun Glonass, D2 Delta ini juga sudah dijejali teknologi satelit terbaru Galileo, yang menjadikan basic dasar pemetaan Altimeter, Barometer, dan Compass (ABC) menjadi sensor pendukung navigasi luar ruang.

Penggunaan teknologi tinggi ini disempurnakan dengan pengoperasian yang mudah atau lebih dikenal dengan user friendy karena jam tangan ini menggunakan basis data penerbangan globlal. Jadi bila ingin terbang ke satu tempat, tinggal sekali tekan tombol. Jam tangan ini juga memungkinkan untuk memperbesar peta untuk melihat jalur penerbangan, lokasi bandara, titik persimpangan, maupun fitur lainnya.

Navigasi penerbangan sangat butuh informasi cuaca. Dan perancang D2 Delta ini sudah memikirkannya. Untuk mendapatkan informasi tentang angin, jarak pandang, suhu, titik embun, hingga tekanan udara, jam tangan ini harus terhubung dulu lewat koneksi nirkabel dengan ponsel pintar.

Selain untuk urusan navigasi, jam tangan ini juga diklaim sebagai jam tangan multisport. Untuk urusan lari, jam ini punya fitur-fitur seperti yang ada di seri Garmin Forruner. Begitu juga untuk urusan sepeda, renang, golf, dll. 

Tak hanya itu jam tangan ini juga bisa menjadi “pelatih pribadi” ketika kita merencanakan program latihan untuk sebuah traget prestasi. Caranya cukup mengunduh program latihan yang diinginkan. Dengan program latihan yang diunduh lewat telepon pintar dan langsung disinkronkan ke jam tangan ini, kita tinggal mengikuti arahan, layaknya aba-aba dari pelatih kita.

Fitur istimewa lain yang dimiliki oleh Garmin D2 Delta ini adalah pengukuran VO2 Max dalam tubuh kita ketika sedang melakukan kegiatan. Volume oksigen  ini dideteksi lewat indikator lampu yang ada di belakang jam tangan. Fitur ini merupakan pengembangan teknologi pengukuran detak jantung (HR) di jam tangan seri sebelumnya. Jadi di sisi belakang Garmin D2 Delta ini ada dua macam lampu indikator. Lampu-lampu berwarna hijau untuk indikator Heart Rate (HR) dan satu lampu merah untuk mengukur kandungan oksigen di tubuh kita.

Untuk urusan sport, jam ini sangat memadai. Bagaimana dengan gaya hidup? Ternyata fitur di jam ini juga setara dengan smart watch yang bisa terkoneksi dengan telepon pintar sehingga bisa menjawab telepon, memutar lagu dll. Bahkan jam tangan ini bisa menyimpan 500 lebih lagu. Bila ingin mendengarkan, Anda bisa melakukan koneksi nirkabel dengan perangkat spiker. 

Garmin menciptakan seri ini, kata Aria Arifin, Asisten Sales Manager bukan hanya untuk multi sport dan life style. Model jam tangan yang baterainya tahan 12 hari ini juga unisex. “Bisa dipakai dimana saja dan oleh siapa saja,” kata Aria seraya menambahkan bahwa sasaran utama jam tangan ini adalah kaum menengah atas. Ya, karena jam ini masuk kelas premium.

 

About Author

Ketika masih jadi buruh di media, menulis sepeda dan lari hanya jadi penyeimbang kehidupannya. Kini keduanya jadi menu utama kegiatan menulis selepas subuhan.

Komentar Kamu

Skip to toolbar