Akankah Sepeda MTB Ban 26″ Punah?

0

pedalku.com – Pedalis penggemar MTB yang masih bermain sampai saat ini tentu melihat perkembangaan ini. Pelan tapi pasti mereka yang menggunakan ban 26″ mulai terasing dan tersisih. Tergantikan oleh ban ukuran 27,5″ dan 29″.

Beberapa produsen sepeda seperti Polygon pun sudah mulai sering memunculkan koleksi 27,5″ atau malah 29″. Seri Xtrada misalnya. Sementara roda 26″ hanya ditemukan di Monarch, produk kelas awal MTB.

“Sekarang ini kalau kumpul dengan teman-teman komunitas, sepeda saya sering dibecandain sebagai sepeda mini,” guyon seorang pedalis di Hutan UI suatu ketika. Jika disandingkan dengan ban 29″ memang terasa imut sepeda MTB 26″.

Image result for mtb 26 vs 29 vs 27.5

Foto: HaveFunBiking.com

Tentu ada sebab mengapa produsen pelan tapi pasti menggusur 26″ dari peredaran sepeda MTB. Bertahun-tahun standar ban MTB ya 26″. Yang membedakan lebar tapak ban saja. Mulai dari 1,5 – 3,0 inci. Perbedaan lebar tapak ban ini sesuai peruntukan. Semakin berat treknya, semakin lebar bannya. Jenis Cross Country (XC) misalnya menggunakan lebar tapak 1,5 – 2,0 inci; All Mountain (AM) menggunakan lebar tapak 2,0 – 2,5 inci; Sedang Freeride (FR) dan Down Hill (DH) umumnya memakai lebar tapak 3,0 inci.

Kemudian muncul pilihan baru ban dengan diameter 27,5 inci. Polygon mulai memperkenalkan ban ini sejak 2013. Konsekuensi atas ukuran pelek yang lebih besar, tentu saja geometri sepeda pun berubah. Begitu pula ukuran fork dan lengan belakang sepeda. Jadilah pemilik MTB ban 26 inci terjebak dalam pilihan: bertahan atau ganti. Soalnya modifikasi tak bisa dilakukan.

Polygon tentu tanpa alasan mengeluarkan produk baru. Menurut riset yang dilakukan, handling sepeda MTB ban 27,5 tidak jauh berbeda dengan sepeda MTB ukuran 26. Bedanya hanya lebih cepat dan tetap nyaman.

Dunia makin geger ketika kemudian muncul diameter lebih besar, 29 inci. Produsen memberi dalih, penambahan diameter ban memberi pengaruh pada stabilitas sepeda ketika harus melahap medan berat. Selain juga pada kecepatan. Logikanya, dengan keliling roda yang bertambah, maka sekali kayuh akan menempuh jarak yang lebih jauh dari sepeda MTB diameter 27,5 atau 26.

Image result for mtb 26 vs 29 vs 27.5

Foto: Cycling Utah

Beberapa anggota komunitas sepeda di Indonesia mengakui bahwa diameter ban yang lebih besar memberikan pengaruh pada kecepatan, stabilitas seta rolling resistance yang rendah. Kekurangannya, handling tidak selincah ban berukuran 26 inci. Juga butuh tenaga lebih besar untuk memulai menggowes.

Bila dicermati secara teknis, seperti dikutip beritagar.id, perbedaan ketiga ukuran diameter pelek sepeda MTB di pasar ini, tidaklah terlalu mencolok. Bila 26 inci dipakai standar (100 persen), maka keunggulan akselerasi ukuran 27,5 inci hanyalah 3 persen. Sedang ukuran 29 inci, unggul 11 persen, dibanding ukuran 26 inci.

Apakah keunggulan 3 persen cukup signifikan dalam performa bersepeda bagi, pesepeda awam? Bisa jadi tidak. Tapi keunggulan 11 persen untuk ukuran 29 inci, mungkin pengaruhnya cukup terasa.

Sedang keunggulan di stabilitas, bisa dihitung dari, panjang tapak ban yang menempel di jalan. Tapak ban ukuran 26 inci yang menepel dijalan sepanjang 6 cm. Sedang 27,5 inci berukuran 8 cm dan 29 inci mencapai 9 cm.

Tapi ban diameter besar bukan ramai sekarang-sekarang saja. Sepeda onthel sudah memakainya. Begitu juga dengan roadbike lawas.

Image result for mtb 26 vs 29 vs 27.5

Foto: Giant Bicycle

Jadi, pedalis bisa membayangkan sensasi mengayuh MTB dengan ban 29 inci ibarat mengayuh sepeda onthel.

Lantas, sepeda MTB dengan ban 26 inci akankah punah? Sepertinya belum, sebab masing-masing memiliki penggunaan yang berbeda-beda.

Ban 26″ cocok untuk permukaan yang memerlukan banyak perubahan arah laju sepeda dan menghindari rintangan; pedalis bertubuh pendek yang membutuhkan frame lebih kecil; responsif dalam berakselerasi; pengendaraan downhill (DH) dan freeride (FR); juga ukurannya yang kecil praktis dibawa saat melewati elevator, undakan, atau saat mau disimpan di tempat yang sempit.

Sementara ban 29 inci bisa dibilang sebagai sepeda jalan raya di gunung. Jadi menonjolkan kecepatan. Cocok buat pedalis bertubuh tinggi besar yang memerlukan frame sepeda besar; mereka yang memerlukan pengembaraan jauh karena efisiensi yang lebih baik; rintangan yang berat dilahap 26 inci menjadi enteng di kaki 29 inci ini; serta kenyamanan maksimal jika itu yang diburu.

Lalu 27,5 inci? Ya berada di tengah-tengah. Simpulkan sendiri ya pedalis.

About Author

“When the spirits are low, when the day appears dark, when work becomes monotonous, when hope hardly seems worth having, just mount a bicycle and go out for a spin down the road, without thought on anything but the ride you are taking.” ― Arthur Conan Doyle

Komentar Kamu

Skip to toolbar