Mengenang Rizki Herdi Rifansyah dan Impian Kecilnya

1

pedalku.comSaya berpikir sejenak, saya pun tidak tau sudah melangkah sejauhi ini, pola pikir sayapun saya rassa bnyak yg tidak memahami, tapi impian kecil yg pernah saya impikan mulai berproses kearah besar, karena hal kecil dengan niat tulus akan menjadi besar, saya pun dipertemukan dengan orang orang yg akan membesarkan impian itu, saya tidak tau prosesnya seperti ini terjadi, sebenarnya saya lelah dengan hal ini, tapi impian kecil yg saya ingat itu mengalahkan lelah saya, dan merasakan hasil impian kecil itu membuat saya senang sehingga susah untuk tidak melakukan proses impian kecil itu menjadi besar.
.
Mungkin anda ikut pusing dengan caption ambigu saya, sayapun tidak paham kenapa caption ini tercipta.

(Instagram Rizki Herdi Rifansyah)

 

View this post on Instagram

 

Saya berpikir sejenak, saya pun tidak tau sudah melangkah sejauhi ini, pola pikir sayapun saya rassa bnyak yg tidak memahami, tapi impian kecil yg pernah saya impikan mulai berproses kearah besar, karena hal kecil dengan niat tulus akan menjadi besar, saya pun dipertemukan dengan orang orang yg akan membesarkan impian itu, saya tidak tau prosesnya seperti ini terjadi, sebenarnya saya lelah dengan hal ini, tapi impian kecil yg saya ingat itu mengalahkan lelah saya, dan merasakan hasil impian kecil itu membuat saya senang sehingga susah untuk tidak melakukan proses impian kecil itu menjadi besar. . Mungkin anda ikut pusing dengan caption ambigu saya, sayapun tidak paham kenapa caption ini tercipta

A post shared by Rizki Herdi Rifansyah (@herdieqdunk) on

Tidak jelas apa yang menjadi impian besar Rizki Herdi Rifansyah, seorang trail runner Pelahari, Kalimantan Selatan yang meninggal saat mengikuti ajang race Borneo Extreme Trail 2019 yang digelar 21 April 2019 kemarin.

Yang pasti, itulah postingan terakhir Rizki di Instagram miliknya, @herdieqdunk. Di postingan itu, ia duduk, sepertinya di bibir jurang dan menghadap gugusan pegunungan. Apa impian itu terkait kegiatannya sebagai seorang trail runner?

Pria yang disapa Herdi Qdunk sejatinya adalah seorang pelari trail profesional yang pernah menjadi finisher beberapa event lari trail internasional. Seperti Bromo Tengger Semeru Ultra kategori 30K dan 70k dan 70k Trail Coast to Coast Night Trail Ultra. Di race Ultra Run, Herdi juga tercatat sebagai salah satu peserta Bandung Ultra kategori 100K.

herdy bandung ultra 100K

Herdi saat berlomba di Bandung Ultra 2018

Pria berperawakan kurus tinggi ini dikenal sebagai penyebar virus trail run di Kalimantan Selatan. Bahkan ia kerap dipanggil “Kapten” oleh teman-teman sejawatnya, di Pelaihari Runners. Maklum di komunitas Pelaihari Trail Runners, Herdi menjabat sebagai ketuanya. Pelaihari adalah sebuah kota kecamatan di Kalimantan Selatan.

Selain di komunitas Pelaihari Runners, Herdi juga aktif di Trakas, Trail Runners Kalimantan Selatan. Untuk mempersiapkan diri menyambut race Borneo Extreme Trail 2019 ini, beberapa waktu lalu, Trakas juga menggelar Road to Borneo Extreme Trail 2019. Di situ, foto Herdi dan seorang temannya dijadikan model di posternya. Di race ini, Herdi mengambil katagori tertingginya, yakni 20 K. (Kategori lainnya 10K)

Tidak jelas bagaimana kronologi pria ini meninggal. Pedalku.com pun – sampai tulisan ini dibuat – belum menemukan jejak digital yang bisa menjelaskan bagaimana kejadian ini.

Justru impian-impian Rizki yang ditemukan jejak digitalnya. Salah satunya di banjarmasinpost.co.id yang dipublish Oktober dua tahun lalu, Herdi bermimpi bisa membentuk komunitas pelari trail di Kalimantan Selatan. Komunitas itu rencananya akan dia beri nama Kamasutra Runners yang merupakan singkatan dari Kalimantan Selatan Trail Runners.

Tapi apakah Trakas Trail Runnes adalah penjelmaan dari Kamasutra yang dulu pernah Herdi ucapkan? Bisa jadi. Yang pasti impian pria ini sudah terwujud.

Ya… sepeninggalan Herdi mudah-mudahan Trakas tumbuh besar seperti impian almarhum.

Selamat jalan sabahat. Kamu telah menjadi perintis tumbuh dan besarnya olahraga Trail Run di Kalimantan Selatan.

(Sumber foto: Instagram @herdieqdunk dan @beepbeeprunners)

About Author

“When the spirits are low, when the day appears dark, when work becomes monotonous, when hope hardly seems worth having, just mount a bicycle and go out for a spin down the road, without thought on anything but the ride you are taking.” ― Arthur Conan Doyle

1 Comment

Komentar Kamu

Skip to toolbar