Menorehkan PB di BNI UI Half Marathon

0

Pedalku.com – Jam baru menunjukkan pukul 02.45. WIB, Minggu (7/6) pagi di Kampus UI Depok, tempat digelarnya race lari BNI UI Half Marathon 2019. Entah sudah berapa kali panitia mengingatkan kepada para pemilik stand baik di lokasi Expo maupun Food Court untuk segera memindahkan mobilnya di area parkir yang sudah disediakan. 

Peringatan yang berulang-ulang ini bertujuan agar tidak ada lagi mobil yang berseleiweran di area terssebut setelah jam 04.00 pagi, ketika para peserta BNI Half Marathon 2019 mulai berdatangan.

Ya, pagi itu hanya tenda-tenda area Expo dan Food Court yang masih terlihat ada kesibukan. Sementara di panggung utama maupun di area start line yang dilapisi karpet kuning sudah terlihat rapi.

Panitia  berusaha keras agar pagi itu udara di kawasan UI tetap segar dengan meminimalkan paparan polusi kendaraan bermotor saat para peserta BNU UI Half Marathon mulai berdatangan. Ini sesuai dengan misi yang diusung di event kali ini, the most greenest dan sterile race area in town.

Tak hanya itu, di pintu utama kampus UI, sejak malam dua petugas keamanan juga menghadang mobil yang masuk area masuk kampus. Hanya mobil yang akan loading barang, kendaraan panitia, ambulance, dan mobil patroli keamanan kampus yang lolos hadangan. Bahkan taksi yang mengantarkan runner pun harus “balik kanan”. Penumpang turun di pintu gerbang.

Ya, begitulah upaya panitia ingin menciptakan kualitas udara di kawasan UI pagi itu benar-benar minim polusi. termasuk mengatur area parkir peserta BNI UI Half Marathin 2019. 

Untuk area parkir mobil dan motor peserta, panitia menyediakan di luar area UI, yakni untuk mobil di mal Margo City dan Detos. Sementara parkir motor di Stasiun Pondok Cina.

Bukan hanya anjuran, panitia juga melakukan sweeping. “Sejak pukul 04.00, tak ada aktivitas kendaraan bermotor di area UI. Siapapun dan posisi apapun, kami pastikan mereka tak membawa kendaraan bermotor,” tandas ketua pelaksana BNI UI Half Marathon 2019,  Nongki Wisaksono Soegandhi.

Upaya Nongki  dan timnya tak sia-sia. Hampir 5 ribu pelari BNI UI Half Marathon 2019 yang terbagi dalam tiga kategori, 5 K, 10 K, dan Half Marathon hari itu benar-benar menikmati udara segar dengan kadar oksigen yang maksimal, bebas dari asap kendaraan bermotor hingga cocok bagi runners yang ingin mengejar personal best.

Udara dengan kadar oksigen yang maksimal dan minim polusi saat ini menjadi barang langka di Jakarta yang  beberapa hari belakangan ini disorot lantaran terkepung polusi udara yang sudah atas ambang batas. 

Apa ada korelasi antara udara segar dengan kadar oksigen yang maksimal dengan PB? Memang tidak ada catatan resmi berapa runners yang bisa PB di race BNI UI Half Marathon  2019 ini.

Namun dari penelusuran di sosial media, ada Hendra Siswanto yang mencatat waktu terbaiknya di katerori HM, 01:30:49. Selain itu ada Jul Dharmawan, Hendrazid Kardi Yusuf, Erwin Nasution dan juga ada Victor Sohilait. Semua menorehkan Personal Best di  BNI UI Half Marathon  2019 kategori HM.

Di kesempatan yang sama, Dankjoedien juga berhasil memangkas waktunya di 2 menit 43 detik. Sebelumnya, runners yang aktif  mengkampanyekan kesetaraan ODHIV ini menorehkan waktu terbaiknya di Unpar HM Marathon dengan catatan waktu 02:04:58. 

Meski dari pantauan di sosmed ada beberapa runners yang mencatat  PB, sebenarnya trek di BNI UI Half Marathon 2019 tidak semuanya datar. Beberapa lokasi terdapat tanjakan tipis yang cukup terasa di paha. Bahkan 500 meter menjelang finish ada tanjakan yang benar-benar aduhai.

Nah, apesnya, di tempat itu ada dua fotografer yang siap mengabadikan runners yang sedang mencumbu tanjakan. Bisa jadi meski tanjakan lumayan tajam, mereka tetap berlari agar dapat pose dan pace yang bagus.

Selain udara yang segar, Water Station (WS) di race BNI UI half Marathon 2019 ini juga sangat mencukupi. Air dan isotonik tersedia melimpah di tiap 2,5 km. Bahkan di KM 18 ada bonus kurma yang dikenal sebagai buah yang kandungannya bisa menambah energi saat berlari.  

Petugas WS juga sangat cekatan menyodorkan paper cup baik yang bersisi air meniral maupun isotonik kepada runners. Dari cara memegang paper cup, sepertinya mereka sudah terlatih. 

Marshall yang menjaga lintasan pun terlihat ramah. Semua runners disapa dan diberi semangat. Mereka juga tak jarang memberi informasi keberadaan WS atau lokasi chek poin sambil mengulurkan tangan untuk toss dengan pelari. Ya, upaya sederhana yang bisa mendekatkan hubungan personal dan meningkatkan semangat runners.

Bagaimana dengan Tim Medis BNI UI Half Marathon 2019? Untuk urusan medis kali ini ada tim dari RS Mitra Keluarga dan RS UI. Ada 6 titik medis yang tersebar di pinggir lintasan. Ada beberapa ambulans dari RS Mitra Keluarga tampak stand by di lokasi-lokasi strategis. Sisanya pos medis berupa tenda yang dijaga 3-4 tenaga medis.

Di luar itu ternyata ada petugas medis dengan bersepeda. Pedalku.com sempat menyaksikan seorang petugas medis bersepeda sedang menangani runner yang kram kaki di lintasan dekat Hutan UI.

Selain bisa menikmati udara segar dengan kandungan oksigen yang maksimal, peserta BNI Half marathon 2019 juga bisa menikmati lintasan race yang benar-benar steril, seperti yang dijanjikan panitia. Tak terlihat satu pun kendaraan bermotor yang melintas di area UI sejak pukul 04.00 pagi. Bahkan pesepeda yang sedang menuju trek hutan UI terlihat “mengalah”, menunggu runners melintas saat hendak menyeberang jalan yang pagi itu sepenuhnya dijadikan lintasan race lari.

Usai race pun, banyak yang bisa dilakukan runners. Selain menikmati hiburan dari panggung utama, penamat BNI UI Half Marathon 2019  juga bisa cuci mata di tenda-tenda Expo atau menikmati kuliner di Food Court.

Di luar itu banyak runners yang memilih berswa foto dengan medali dengan latar belakang ikon Kampus UI,  mulai dari pohon langka Baobab hingga danau UI. Ya, setelah menamatkan BNI UI Half Marathon memang wajib mengabadikan agar kelak bisa jadi bukti digital.

Sampai jumpa di BNI UI Half Marathon 2020!

 

About Author

Ketika masih jadi buruh di media, menulis sepeda dan lari hanya jadi penyeimbang kehidupannya. Kini keduanya jadi menu utama kegiatan menulis selepas subuhan.

Komentar Kamu

Skip to toolbar