Catatan UGM Febulous Run dari Penggiat Lari Gunung Kidul

0

Pedalku.com – Inilah catatan menarik seorang peserta UGM Febulous Run yang juga penggiat lari di Gunung Kidul. Catatan ini dibuat untuk grup FB INDO RUNNERS. Tapi Pedalku mendapat izin untuk mempublikasikan di sini. Berikut tulisan lengkapnya.

Saya mulanya tahu tentang penyelenggaran event lomba lari ini pada awal Agustus. Ketika komunitas saya, Gunungkidul Runners, diundang pihak panitia untuk menghadiri Road to UGM Febulous Run 2019 di lobby FEB UGM. Kurang lebih satu setengah bulan sebelum hari lomba.

Banyak hal dijelaskan oleh pihak UGM dan IDEA RUN,  terkait event FEBulous Run itu. Mulai dari cita-cita FEB UGM untuk mempersembahkan city run kepada Yogyakarta, cita-cita mempunyai sebuah city marathon/Jogja City Marathon, sampai hal-hal teknis terkait perlombaan.

Pra acara berupa Roadshow rupanya diselenggarakan di beberapa kota besar lain seperti Jakarta, Solo, Semarang, dan tentu Yogyakarta sendiri. Menurut saya serangkaian pre event ini menunjukkan keseriusan UGM dalam menggarap apa yang mereka sebut sebagai city run pertama di Jogja ini.

Pre event lain yang saya ikuti adalah press release dan media gathering yang mereka selenggarakan di hotel Jambu Luwuk Yogyakarta. Acara ini selain menghadirkan panitia, race organizer, juga sponsor-sponsor kegiatan yang kebanyakan adalah BUMN. Acara ini menurut saya peneguhan akan optimisme berjalan baiknya UGM Febulous RUN

Pengambilan Racepack dilaksanakan di Wisma MM UGM. Saya melakukan pengambilan untuk komunitas saya pada Jum’at sore.

Saya mengambil kurang lebih 50 pack. Saya menyerahkan daftar peserta saya yang sudah tercetak pada jam 17.30. Racepack saya kemudian bisa siap sekitar jam 19.00 wib. Cukup lama namun menurut saya masih dalam batas wajar.

Secara umum proses pengambilan RPC berjalan lancar, di tempat yang representatif, dan cukup digunakan untuk saling sapa antar komunitas dan pelari.

Isi racepack menurut saya melimpah. Terdiri dari Bib dengan timing chip RFid, race jersey, tote back, waist bag, fit bar, oat snack, minuman kotak, permen, dll. Saya tidak hafal semuanya.

Hari lomba. Saya tiba di kompleks Graha Sabha sekitar jam 5.15 wib. Mencari tempat parkir yang dekat dengan race central masih mudah.

Mencari toilet di sekitar race central pun mudah. Bisa menggunakan toilet portable maupun toilet di Graha Sabha. Bisa juga di gedung FEB. Saya dan anak-anak komunitas segera ganti pakaian dan melakukan pemanasan di GSP.

Start untuk kategori 10K jam 06:00 wib dan kategori 5K jam 6.15 wib. Semuanya dilakukan dengan tepat waktu.

Sambutan? Tentu saja ada sambutan. Ada beberapa. Namun semuanya tidak bertele-tele dan terdengar malah menyenangkan. Saya memperhatikan sambutan-sambutan itu sambil menonton pelepasan start 10K. Oh iya penyanyian lagu Indonesia Raya juga berlangsung khitmad dan anggun.

Begitu kelompok 10K dilepas, saya segera menuju ke tempat start. Untuk bersiap start 5K. Ada yang menurut saya berbeda di sini sehingga terjadi sedikit kesalah pahaman.

Yaitu tim sweeper 10K. Ketika tim sweeper ini berlari, sontak kebanyakan peserta 5K turut berlari. Dikira kelompok 5K sudah start. Padahal seharusnya masih lama. Di sini saya bingung apa maksudnya konveti sudah dilepaskan ketika sweeper mulai bergerak. 😀 Saya termasuk sekelompok yang “terpancing” lari itu kembali lagi ke start area sambil ketawa ketiwi.

Pada race ini saya berlari tidak cepat, tidak juga lambat. Selain saya berniat menemani pelari di komunitas saya yang berkecepatan menengah, saya ingin melihat apakah sepanjang rute cukup steril. Kalau saya berlari di depan ya pasti tidak kelihatan bila jalanan crowded.

Sepanjang yang saya alami, rute 5K cukup steril. Pengendara mobil dan motor yang berusaha menerobos cone tetap ada, tapi tidak banyak. Saya menemukannya di sebelah utara perempatan Tugu dan di jembatan Jetis. Untungya banyak marshall dan polisi lalu lintas yang bertugas. Selebihnya terkendali.

Water station melimpah dengan isotonik dan air mineral. Saya menemukan ada 2 WS di rute 5K dimana saya selalu mengambil minuman.

Finish gate menurut saya bagus, lebar, megah, dan meriah. Apalagi di sana ada MC andalan yang hafal hampir semua wajah pelari. Mereka adalah Mas Fajri dan Mas Alex Fajar. Kalau ada mereka pokoknya tidak akan ada pelari yang bakal mati gaya meski nafasnya diperas di sepanjang lintasan lomba.

Finisher Medal diberikan bersamaan dengan botor air mineral, isotonik, dan pisang. Kalau apel dibagikan di tenda berbeda.

Medalnya menurut saya bagus dengan bahan dan detil yang khas.

Doorprize? Bisa jadi UGM Ugm Febulous Run merupakan surga bagi pemburu doorpize. Doorprize itu berwujut tiket garuda Jakarta Bali, jam Garmin, handphone, voucher hotel, voucher MAP dan banyak lagi.

Hadiah lomba diberikan kepada finisher 1 – 3 putra putri di masing-masing kategori. Bahkan di event ini ada pemenang untuk kategori master.

Selain itu panitia akan memberi reward berupa tabungan BRI untuk 25 finisher pertama putra putri pada masing-masing kategori. Ini yang saya belum tahu teknisnya bagaimana. Bila benar tentu saya dan komunitas saya akan senang sekali. Karena ada 60% peserta dari komunitas saya yang berhasil menjadi 25 finisher pertama pada semua kategori. Kami menunggu kabar baik dan kejelasannya. 😂

Official Race Result. Hari ini saya sudah membaca catatan waktu resmi UGM Febulous Run. Sayangnya ada beberapa pelari kami yang namanya tidak tercantum di official Race Result. Padahal mereka yang tak tercatat itu kemarin mendapatkan kalung potensial winner. Mohon diperbaiki.

Sudah panjang saya menulis. Secara umum UGM Febulous Run is da best, tentu saja dengan beberapa peluang perbaikan agar makin joss dan yess di event yang akan datang.

Semoga cita-cita UGM untuk mempunyai sebuah Jogja City Marathon terbaik bisa benar-benar terwujud.

Sekian dan Salam

Jarwadi Mj

Gunungkidul Runners/TrainInGunungkidul

FOTO: DIMAS BASUDEWO

About Author

Ketika masih jadi buruh di media, menulis sepeda dan lari hanya jadi penyeimbang kehidupannya. Kini keduanya jadi menu utama kegiatan menulis selepas subuhan.

Komentar Kamu

Skip to toolbar