Superball Run 2017: “Memerawani” Sepenggal Becakayu

0

Pedalku.com – “Enggak ah, trauma …,” begitu kira-kira jawaban beberapa pelari ketika ditanya keikutsertaannya dalam ajang Superball Run 2017.

Kilas balik ke Superball Run 2016 yang melintasi jalan layang non-tol (JLNT) Antasari memang mengingatkan sebuah kesedihan. Beruntung Pedalku berada di peleton tengah ketika air mineral masih ada.

Start dari halaman kantor Walikota Jakarta Selatan, peserta lalu diarahkan masuk ke JLNT Antasari yang pintu masuknya ada di depan kantor walikota.

Seingatan Pedalku sih lari di rute JLNT itu sampai arah Cipete, lalu putar balik menuju ke fX Sudirman. Eh, tapi putar baliknya di Dukuh Atas sebelum balik arah lagi menuju patung pizza (Patung Pemuda) dan masuk ke fX Sudirman.

Jadi kebayang kan puas banget larinya di atas JLNT. Hampir sepanjang lintasan penuh.

medali superball run 2017

Medali unik Superball Run 2017

Nah, karena suplai air yang kurang itu – sementara di atas JLNT enggak ada warung atau Alfamart/Indomart, maka beberapa peserta meluapkan kekesalan itu dengan membalikkan meja WS. Pedalku sempat melihat salah satu meja yang terbalik saat melintas ke arah Blok M.

Kejadian itulah yang membuat banyak orang kemudian trauma dengan Superball Run.

Kejadian lain yang bikin ngehek adalah kaos penamat (finisher tee) untuk kategori 21K tidak bisa langsung dibagikan karena ada kesalahan ‘cetak’.  Kalau mau dapet yang salah cetak ya silakan. Kalau tidak mau dan ingin yang bener ya tunggu kabar selanjutnya.

Komplain masih berlanjut sebab kaos penamat yang bener pun ternyata tidak “bener”. Beberapa mengeluh potongannya gak pas. Jadi “jatuhnya” enggak nyaman di badan.

Nah, dengan banyak komplain itu, beban Superball Run 2017 menjadi sangat berat. Terlebih rute Koridor 13 batal dipakai sebelum resmi digunakan.

(Baca juga: Cukup Dua Alasan untuk Ikut Superball Run 2017 di Becakayu)

Jadilah Superball Run 2017 di Jalan Tol Becakayu (Bekasi – Cawang – Kampung Melayu) ini sebagai pertaruhan Superball untuk kembali bisa dipercaya sebagai gelaran lomba lari jalan raya yang unik: berlari di atas ketinggian.

Soal rute, Superball Run memang lain dari yang lain. Selalu mengambil rute di jalan layang, alias di atas ketinggian. Dimulai dari jalan layang di Kemayoran pada 2014, lalu jalan layang Kasablanka (2015), dan layang non-tol Antasari (2016).

Nah, kali ini rutenya adalah jalan layang tol Becakayu, yang sebentar lagi akan dibuka untuk umum. Nah, bagi peserta Superball Run 2017, berbanggalah bahwa kalian menjadi orang yang pertama melintasi ruas tol Becakayu.

***

Mall Cipinang Indah subuh itu sudah berdenyut urat kehidupannya, meski di luar gedungnya saja. Parkiran di basement mulai dipenuhi mobil-mobil peserta Superball Run 2017. Begitu keluar mobil, ada yang langsung ke mushola dan toilet, sebagian langsung ke halaman depan. Agak susah mencari mana gerbang start Superbal Run 2017 ini.

Ternyata pintu masuk depan mal ini menjadi pintu Start/Finish-nya. Beruntung tempat terang sehingga yang ada di barisan belakang bisa melihat pembatas mobil masuk selepas pintu gerbang ambil tiket.

Lagu “Indonesia Raya” kurang bergema. Tukang cuap-cuapnya memang rada kurang bisa memanaskan suasana. Apa karena lokasi yang sempit? Bisa juga karena pelantang suara yang kurang bergema.

Kategori 21K telat sekitar 5 menit dari jadwal yang ditentukan. Begitu lepas gerbang Start/Finish, ada yang mengira langsung belok kiri dan masuk jalan tol. Nyatanya memutar di sebagian perumahan di belakang Mall Cipinang sebelum akhirnya balik ke depan titik start dan menyusuri jalan Kalimalang yang ternyata menjelang pagi itu sudah ramai.

Meski beberapa polisi dan tentara mengatur di beberapa perempatan jalan sebelum masuk ke Tol Becakayu, namun tak urung beberapa pelari harus menunggu kendaraan yang lewat.

juara 10 K

Para juara kategori 10K.

“Tolong berhenti dulu kendaraannya!” teriak seorang peserta. Sementara yang lain dengan santai menunggu kendaraan lewat. “Sekalian ambil napas,” kata seorang peserta master.

Ya, perlu ambil napas sebab di depan terlihat ada tanjakan naik Tol Becakayu. Begitu sampai di atas, barulah terasa lega. Apalagi kemudian bulatan matahari muncul, mengawang di atas horison.

Terlihat bahwa jalan tol ini memang sudah siap dioperasikan. Lampu penerangan, pembatas jalan, bahkan logo Waskita Karya yang membangun jalan tol ini sudah tertempel di beberapa titik dinding jalan tol.

Untuk kategori 21K tentu yang paling banyak menikmati kemulusan aspal Tol Becakayu ini. Setidaknya 16 km melintas di atas jalan tol.

Ada satu pemandangan yang langsung membuat peserta berhenti dan berfoto-foto. Yakni ketika matahari muncul dalam bentuknya yang bulat penuh dan berwarna kuning kemerahan. Sayangnya, momen ini berlangsung singkat. Sedikit awan mengaburkan matahari.

(Baca juga: ‘Lubang-lubang’ yang Perlu Ditambal Pada Maybank Bali Marathon 2017)

Supaya tidak monoton lari datar, maka rute pun diberi variasi. Turun naik pintu keluar tol. Tidak tanggung-tanggung dua sekaligus. Yang turun di pintuk keluar tol kedua sekaligus sebagai check point sehingga tidak bisa curang. (Kalau ada yang mau curang!)

Tak sampai km 10, rute berbalik arah sehingga yang tadinya menantang matahari menjadi memunggungi matahari. Peluh sudah membanjiri tubuh para peserta. Pedalku sempat menguping curhatan seorang pelari.

“Wah, pakai kaos ini terasa berat. Keringat enggak langsung ilang,” katanya kepada teman pelariannya. Tak ada komentar balasan. Sepertinya kawan larinya begitu menikmati pemandangan dari atas ketinggian.

Bisa jadi bukan karena bertambah berat, tapi tubuh tidak nyaman saja. Sebab berapa berat sih keringat yang tertampung di jersey?

Ketika matahari semakin meninggi, tiba-tiba saja ada suara mengaduh. Dikira ada yang sakit atau cedera, ternyata ia mengaduh karena rute 21K masih mengarah ke barat di atas jalan tol menuju ke Universitas Borobudur nun jauh di sana. Sementara rute 10K sudah mulai turun dan kembali ke titik finish.

jersey top 100

Untuk kategori 21K, 100 penamat pertama memperoleh jersey khusus.

Tapi beruntunglah WS melimpah dan karena jalur rutenya muter, dan satu ruas jalan yang dipakai, maka WS di rute balik pun bisa disambangi. Tentu dengan melipir ke arah kanan saat menuju ke putaran balik. Jadi tak perlu menunggu WS di rute yang searah.

Begitu juga dengan pisang dan spons. Bisa “diijon” dulu sebagai bekal menuju putaran balik dan ditukar saat mengarah ke titik finish.

Bagi pelari hore, menuju putaran balik di ujung Barat ini benar-benar dipanggang matahari. Depan belakang karena tak ada pelindung sama sekali. Untungnya air mineral atau Pocari serta pisang melimpah kali ini.

Bahkan ketika mau putar balik turun ke jalan raya, dikasih Total 8 sebotol. Persiapan untuk menuju titik finish karena sudah tidak ada WS lagi sampai ke titik finish.

Sama seperti di dini hari tadi, jalur dari tol ke Mall Cipinang Indah mesti sabar. Namun lebih nyaman dibandingkan dengan dini hari tadi. Bisa jadi karena kerumunan peserta sudah tercerai berai sesuai dengan kemampuan masing-masing sehingga tidak perlu menunggu lama para pelari melintas.

(Baca juga: Tips Kecil Untuk Virgin Marathoner)

Refreshment kali ini penuh dengan kejutan.

“Boleh ambil dua Milo-nya?”

“Silakan, sepuasnya!” jawab penjaga refreshment.

Dan seorang peserta di depan Pedalku pun menggenggam tiga Milo di satu tangan.

Sedikit keributan terjadi di tempat pengambilan kaos penamat untuk kategori 21K. Ada yang merasa masuk kategori Top 200 tapi tidak memperoleh kaos penamat Top 200 karena tak bisa menunjukkan pita hitam sebagai tanda masuk Top 200.

Pedalku tak sempat mengorek alasan peserta yang sepertinya menahan kesal karena tak bisa memperoleh kaos unik itu.

(Menurut keterangan panitia, setelah dicek di timing system, catatan waktu peserta tersebut menunjukkan dia berada di posisi 209 yang berarti tidak berhak mendapatkan jersey Top 200. – Red.)

Di luar beberapa masalah kecil tadi, Superball Run 2017 kali ini sukses menebus “dosa” Superball Run 2016 di JLNT Antasari. Marshal yang cekatan, tim medis yang sigap (ada ambulans serta golf car hilir mudik di lintasan tol), air berlimpah, serta refreshment banyak macamnya.

Jadi, semoga tahun depan beberapa pelari tadi berubah jawab, “Ikut dong!” ketika ditanya ikut Superball Run 2018 enggak?

***

Review Pedalku

Review Pedalku

Race Central ****
Rute Lari ****
Pos Hidrasi ****
Refreshment ****
Marshal ****
Pengamanan ***
Medik ****
Medali ****
Jersey ***
RPC ***
Keterlibatan warga **
*  biasa; ** cukup; ***  bagus; ****  bagus sekali; *****  sempurna

 

Share.

About Author

“When the spirits are low, when the day appears dark, when work becomes monotonous, when hope hardly seems worth having, just mount a bicycle and go out for a spin down the road, without thought on anything but the ride you are taking.” ― Arthur Conan Doyle

Komentar Kamu

Skip to toolbar